Bisnis online semakin menjamur di dunia maya. Kelebihannya adalah karena bisnis onlinelebih hemat waktu dan tenaga. Ditambah lagi transaksinya mudah dan cepat karena adanya jaringan internet. Meskipun memiliki kelebihan tersebut, bukan berarti bisnis online ini lebih cepat sukses dibandingkan bisnis offline. Setiap bisnis pasti memiliki kesulitan dan risiko masing-masing dalam menjalankannya.

1. Tidak Bertindak Menjadi Event Planner

Kita tak akan tahu bagaimana suatu proses bisnis berjalan bila kita tidak terlibat secara langsung didalamnya. Atau dengan kata lain, kita tentu harus bertindak sebagai event planner yang mengatur dan mempelajari bagaimana proses menjalankan suatu bisnis online. Analoginya dapat diartikan sebagai produsen produk makanan anjing yang harus mencicipi dulu produk buatannya, agar bisa mengetahui kekurangan apa yang perlu diperbaiki dan dikembangkan dari produk tersebut.

2. Hanya Memperhatikan Barisan Kode di Situs yang Dikembangkan

Mungkin banyak dari kita yang memiliki latar belakang profesi seperti developer atau pekerja di bidang IT, hal tersebut kadangkala membuat kita sedikit berbangga hati dan akhirnya memutuskan untuk mengembangkan situs sendiri dan meminta bantuan orang lain untuk menjalankan proses bisnis secara efektif.

Padahal orang yang kita tunjuk juga tak bisa mengembangkan bisnis yang kita rintis sebelum kita memberi contoh terlebih dahulu. Oleh sebab itu, mulailah untuk mencintai dan mencari cara untuk berinovasi dengan bisnis online kita sebelum memutuskan untuk meminta bantuan dari orang lain.

3. Hanya Mengandalkan Intuisi dan Perasaan untuk Berinovasi

Dalam menjalankan konsep bisnis yang inovatif, ternyata kita tak bisa hanya mengandalkan perasaan untuk mencoba menarik perhatian calon pelanggan. Cobalah untuk melihat segala sesuatu dalam proses bisnis sebagai bagian dari informasi penting bagi kita. Dengan demikian, maka kita dapat dengan mudah menentukan hal apa yang sekiranya akan mendapatkan respon positif dari calon pelanggan.

Sebagai contoh konkretnya, para developer apartment atau perumahan mampu menjual obyek propertinya dengan modal blue print dan secarik kertas yang berisi gambaran nyata apartemen. Hal ini tentu perlu dipelajari lebih teliti agar kita dapat meniru kesuksesan inovasi tersebut.

Baca Juga : Cara Berbisnis Onlien bagi Pemula

4. Membangun Keuangan Bisnis Saat Sudah Siap

Hal ini juga menjadi suatu kendala bagi perkembangan bisnis online. Sebuah bisnis hendaknya harus terus berkembang dan tidak menunggu datangnya rasa siap pada suatu waktu karena kompetitor dan pasar pun terus berkembang dengan selera dan permintaan yang tanpa henti.

Jadi, jangan pernah memutuskan untuk menerima suntikan investasi dari investor lalu membiarkannya mengendap tak terpakai. Karena investor juga menginginkan hal baru yang membuat perputaran modalnya berlangsung secara cepat dan efektif. Mulailah belajar dari para pengembang bisnis yang mampu mengikuti perkembangan pasar secara dinamis dan cekatan.

5. Tidak Memilih Investor yang Tepat

Kebutuhan mendesak akan dana dan pengembangan bisnis terkadang membuat kita-terburu-buru untuk menerima tawaran dari para investor. Padahal kita tetap harus memilah-milah investor mana yang tepat dan mampu membantu pengembangan bisnis kita secara maksimal. Sebaiknya kita memilih investor yang dapat membantu kita untuk melakukan langkah promosi atau pengembangan bisnis lainnya secara mudah. Misalnya saja, bila kita mengembangkan suatu #aplikasi untuk platform gadget, maka alangkah baiknya bila kita bisa bekerjasama dengan provider jaringan untuk mempermudah proses promosi aplikasi yang kita buat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *