Presiden Direktur PT Satria Antaran Prima (SAP Express) Budiyanto Darmastono mengatakan, gairah konsumen di Indonesia terhadap tren belanja online tercermin dari maraknya perusahaan-perusahaan e-commerce baik yang berbasis online shop maupun market place dalam berbagai skala usaha. Pertumbuhan bisnis e-commerce memberikan dampak positif bagi bisnis logistik di dalam negeri. Sebab dengan jumlah transaksi e-commerce yang terus meningkat  membutuhkan dukungan dan layanan jasa logistik.

Berdasarkan data riset dari International Data Corporation (IDC) menunjukkan, transaksi e-commerce di Indonesia pada 2016 lalu sudah mencapai US$ 651,7 juta, atau sekitar Rp 8,7 triliun. Jumlah ini diperkirakan terus akan naik seiring perkembangan ekonomi nasional dan tren perubahan gaya hidup online. Dalam kalkulasi IDC, pasar ecommerce di Indonesia pada 2020 akan bisa mencapai US$ 1,8 miliar atau lebih dari Rp 20 triliun.

Melihat data tersebut, lanjut Budiyanto, SAP Express menjadikan sektor e-commerce sebagai salah satu sektor utama yang dilayani selain industri perbankan, asuransi, farmasi, otomotif dan telekomunikasi.

‎”Kami percaya, walaupun jumlah pelanggan SAP Express dari kalangan perusahaan ecommerce sudah sangat banyak, namun pertumbuhan bisnis ecommerce dalam lima tahun masih akan pesat, di atas 30 persen per tahun. Konsumen Indonesia cenderung lebih suka simplisitas dan kemudahahan dalam berbelanja sehingga belanja online akan menjadi tren gaya hidup baru yang semakin berkembang,” jelas dia.

Baca Juga :  Optimlakan Website Ecommerce

Budiyanto menjelaskan, salah satu dukungan solusi yang diberikan SAP Express kepada kalangan dunia e-commerce adalah pada aspek pembayaran yang selama ini menjadi tantangan terbesar. Sebab selama ini masih banyak segmen masyarakat Indonesia yang belum percaya dengan cara beli online, karena takut barang pesanan tak dikirim sementara mereka sudah mentransfer uang.

SAP Express  menjembatani masalah ini dengan memberikan service pengiriman yang bisa sekaligus melakukan pembayaran di tempat (cash on delivery/COD) sehingga konsumen makin percaya dengan perusahaan e-commerce.

“Dunia e-commerce butuh dukungan layanan COD dari perusahaan pengantaran seperti kami. Investasinya cukup mahal, wajar kalau hanya satu atau dua perusahaan pengiriman independen yang mampu memberikan layanan COD ini,” lanjut dia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *